Simak Syarat Terbaru Penerbangan Domestik Garuda Indonesia, Anak di Bawah 12 Tahun Wajib PCR

Berikut aturan terbaru penerbangan domestik untuk maskapaiGaruda Indonesiaselama periode PPKM. Pengumuman terkait aturan tersebut telah diinformasikan di website Garuda Indonesia, garuda indonesia.com sejak Rabu (24/11/2021) Dibanding pada aturan sebelumnya yang terbit pada 3 November 2021, terdapat perbedaan bagi penumpang yang telah mendapat dosis vaksin lengkap.

Pada aturan sebelumnya, bagi penumpang yang telah mendapat dosis lengkap hanya perlu melengkapi dengan surat keterangan hasil negatif dari tes rapid antigen dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Pada aturan terbaru, terdapat pilihan lain yaitu surat keterangan negatif antigen 1X24 jam atau tes RT PCR dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan. Peraturan tersebut berlaku untuk penumpang yang melakukan penerbangan dari atau menuju Jawa, dari atau menuju Bali, dan penerbangan di dalam Jawa.

Selain itu terdapat juga hal yang perlu diperhatikan yaitu anak di bawah 12 tahun diwajibkan untuk melakukan tes RT PCR dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan dan didampingi anggota keluarga melalui bukti Kartu Keluarga atau KK. Untuk selengkapnya berikut aturan terbaru penerbangan domestik Garuda Indonesia dikutip dari . Sertifikat vaksin Covid 19 dengan minimal dosis pertama serta surat keterangan hasil negatif tes RT PCR Covid 19 dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan; atau

Sertifikat vaksin dosis lengkap dan surat keterangan hasil negatif tes RT PCR Covid 19 dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan/ surat keterangan hasil negatif rapid test antigen dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan. Sertifikat vaksin minimal dosis pertama serta surat keterangan hasil negatif tes RT PCR dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan atau surat keterangan hasil negatif rapid test antigen dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan. Sertifikat vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT PCR dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan tetapi surat keterangan hasil negatif rapid test antigen tidak berlaku.

Surat keterangan hasil negatif tes RT PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode. Vaksin di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Bali tidak dapat terbang di hari yang sama dengan vaksinasi. Penumpang yang pernah terpapar COVID 19 tiga bulan terakhir dapat membawa Surat Keterangan Penyintas COVID 19 sebagai referensi tidak dapat vaksinasi.

WNA yang berangkat dari Bali dengan tujuan internasional melalui penerbangan domestik dan transit tidak lebih dari 24 jam di bandara transit, tidak wajib menunjukkan sertifikat vaksin. Surat keterangan hasil negatif tes COVID 19 harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode. Akan dilakukan tes Rapid Antigen disaat kedatangan dan apabila hasilnya positif akan dilakukan tes RT PCR dan wajib isolasi menunggu hasil.

Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan untuk melakukan tes Rapid Antigen oleh otoritas setempat. 1. Wajib dilengkapi Surat Keterangan Perjalanan dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja (bagi yang berdinas) atau dari instansi yang memiliki kepentingan (bagi yang berkepentingan khusus) atau dari pemerintah daerah asal (bagi yang bertempat tinggal/ber KTP/berindentitas selain Provinsi Papua). 2. Akan dilakukan tes RT PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi terpusat dengan biaya ditanggung penumpang.

Wajib dilengkapi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Gugus Tugas COVID 19 dengan menghubungi nomor berikut: Efraim (082239584499 ) / Kristo Patiung (082199021991) / Piet Nabot (081280466247). Untuk perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat di aksesdi sini. Masa berlaku hasil tes adalah 3 x 24 jamsejak pengambilan sampel,surat keterangan harus terteraQRCodeapabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital pada surat keterangan hasil negatif RT PCR di e HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan atau dapat melakukan tes RT PCR ulang dan menunjukkanbarcodedan akan dilakukan tes RT PCR secara acak pada saat kedatangan.

1. Hasil negatif tes COVID 19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan Menkes RI (lihat daftarnya ) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC yang terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait. 2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan otoritas daerah setempat. 3. Semua penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

4. Anak di bawah usia 12 tahun dapat melakukan perjalanan dengan wajib menunjukan hasil tes negatif RT PCR maksimal 3 x 24 jam dan didampingi anggota keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga. 5. Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT PCR atau rapid antigen sesuai ketentuan destinasi tujuan. 6. Penumpang yang berangkat dari wilayah yang tidak memiliki faisilitas tes RT PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat dihimbau memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan dengan menghubungi kantor cabang Garuda Indonesia setempat.

7. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan. 8. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan. 9. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir.

10. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID 19 selama tidak keluar bandara selama transit dan diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara keberangkatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.